Pemerintah akan segera melaksanakan pelaksanaan uji coba rencana sertifikasi ISPO pada sejumlah perkebunan kelapa sawit di seluruh negeri. Deputi Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di Jakarta pekan lalu sampaikan bahwa uji coba akan diadakan pada 20 perkebunan kelapa sawit di tahun ini sebagai bagian dari rencana pemerintah dalam persiapan perkebunan kelapa sawit untuk mengajukan ISPO awal sertifikasi pada tahun 2012.
Dia mengatakan perusahaan perkebunan yang akan mengambil bagian dalam proyek percontohan ISPO akan mencakup perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh PT Rea Kaltim Rencana PT Ivomas Tunggal, PT Sime Indo Agro, PT Sumber Indah Perkasa PT Gunung Sejahtera dan oleh perusahaan negara seperti PT Perkebunan Nusantara PTPN III V VI dan XIII. Kami akan menerapkan ISPO di semua perkebunan kelapa sawit di seluruh negeri mulai bulan Maret 2012. Demikian yang disampaikan Bayu Krisnamurthi pada hari Jumat seperti dikutip oleh koran Kontan.
Bayu mengatakan, bahwa ia mengharapkan rincian tentang proses sertifikasi wajib ISPO akan selesai pada tahun 2014. Menurut Bayu seperti sertifikasi sangat penting bagi perkebunan kelapa sawit di Indonesia karena banyak negara akan meminta penjual untuk memiliki sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan pada tahun 2015.
Sertifikasi ISPO katanya akan didasarkan pada berbagai tindakan seperti izin perkebunan dan teknik manajemen budidaya perkebunan pengawasan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab kepada karyawan dan masyarakat. Namun Bayu tidak menjelaskan bagaimana sertifikasi SPO akan dibuat diterima secara internasional.
Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun mengatakan baik lokal dan pemangku kepentingan internasional harus mampu memantau pelaksanaan rencana ISPO sehingga bisa mendapatkan pengakuan global. Menurut Derom akan mengambil waktu untuk sertifikasi ISPO untuk membawa dampak langsung ke produsen kelapa sawit di Indonesia, produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. "Waktu akan memberitahu" dia berkata melalui pesan teks.
Sejumlah Indonesia s perkebunan kelapa sawit saat ini memegang sertifikasi hijau mereka dari Kuala Lumpur berdasarkan Roundtable on Sustainable Palm Oil RSPO. Sertifikasi dituntut oleh banyak pembeli besar terutama di Eropa dan Amerika Serikat berikut tekanan internasional yang meningkat untuk proses produksi kelapa sawit ramah lingkungan. Beberapa perusahaan multinasional termasuk Unilever dan Nestle telah ditekan oleh kelompok-kelompok lingkungan seperti Greenpeace untuk menghentikan pembelian minyak kelapa sawit dari produsen Indonesia karena dugaan deforestasi selama kegiatan ekspansiperkebunan mereka.
Direktur Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan pada hari Minggu mengatakan bahwa menyambut pengenalan rencana ISPO dengan menggunakan skema ISPO disponsori pemerintah Indonesia dan proses audit akan menjadi lebih murah untuk perusahaan perkebunan.
Melalui sertifikasi kita dapat membuktikan kepada pembeli bahwa minyak sawit telah diproduksi secara berkelanjutan Hal ini juga menunjukkan komitmen kami terhadap kelestarian kataFadhil Hasankepada The Jakarta Post dalam sebuah wawancara telepon.
Dia mengatakan juga bahwa dengan memperoleh sertifikasi seperti perkebunan kelapa sawit akan dapat menyangkal tuduhan degradasi lingkungan.
Sumber Berita: The Jakarta Post - 07/02/2011
http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/07/20-oil-palm-plantations-take-part-ispo-pilot-projects.html
Dia mengatakan perusahaan perkebunan yang akan mengambil bagian dalam proyek percontohan ISPO akan mencakup perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh PT Rea Kaltim Rencana PT Ivomas Tunggal, PT Sime Indo Agro, PT Sumber Indah Perkasa PT Gunung Sejahtera dan oleh perusahaan negara seperti PT Perkebunan Nusantara PTPN III V VI dan XIII. Kami akan menerapkan ISPO di semua perkebunan kelapa sawit di seluruh negeri mulai bulan Maret 2012. Demikian yang disampaikan Bayu Krisnamurthi pada hari Jumat seperti dikutip oleh koran Kontan.
Bayu mengatakan, bahwa ia mengharapkan rincian tentang proses sertifikasi wajib ISPO akan selesai pada tahun 2014. Menurut Bayu seperti sertifikasi sangat penting bagi perkebunan kelapa sawit di Indonesia karena banyak negara akan meminta penjual untuk memiliki sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan pada tahun 2015.
Sertifikasi ISPO katanya akan didasarkan pada berbagai tindakan seperti izin perkebunan dan teknik manajemen budidaya perkebunan pengawasan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab kepada karyawan dan masyarakat. Namun Bayu tidak menjelaskan bagaimana sertifikasi SPO akan dibuat diterima secara internasional.
Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun mengatakan baik lokal dan pemangku kepentingan internasional harus mampu memantau pelaksanaan rencana ISPO sehingga bisa mendapatkan pengakuan global. Menurut Derom akan mengambil waktu untuk sertifikasi ISPO untuk membawa dampak langsung ke produsen kelapa sawit di Indonesia, produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. "Waktu akan memberitahu" dia berkata melalui pesan teks.
Sejumlah Indonesia s perkebunan kelapa sawit saat ini memegang sertifikasi hijau mereka dari Kuala Lumpur berdasarkan Roundtable on Sustainable Palm Oil RSPO. Sertifikasi dituntut oleh banyak pembeli besar terutama di Eropa dan Amerika Serikat berikut tekanan internasional yang meningkat untuk proses produksi kelapa sawit ramah lingkungan. Beberapa perusahaan multinasional termasuk Unilever dan Nestle telah ditekan oleh kelompok-kelompok lingkungan seperti Greenpeace untuk menghentikan pembelian minyak kelapa sawit dari produsen Indonesia karena dugaan deforestasi selama kegiatan ekspansiperkebunan mereka.
Direktur Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan pada hari Minggu mengatakan bahwa menyambut pengenalan rencana ISPO dengan menggunakan skema ISPO disponsori pemerintah Indonesia dan proses audit akan menjadi lebih murah untuk perusahaan perkebunan.
Melalui sertifikasi kita dapat membuktikan kepada pembeli bahwa minyak sawit telah diproduksi secara berkelanjutan Hal ini juga menunjukkan komitmen kami terhadap kelestarian kataFadhil Hasankepada The Jakarta Post dalam sebuah wawancara telepon.
Dia mengatakan juga bahwa dengan memperoleh sertifikasi seperti perkebunan kelapa sawit akan dapat menyangkal tuduhan degradasi lingkungan.
Sumber Berita: The Jakarta Post - 07/02/2011
http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/07/20-oil-palm-plantations-take-part-ispo-pilot-projects.html
semoga berhasil dan sukses ISPOnya
BalasHapus