Dasar-Dasar Centrifugal Pump
Centrifugal Pump adalah Pompa yang biasa digunakan pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan dalam fasilitas gathering station, suatu unit pengumpul fluida dari sumur produksi sebelum diolah / dipasarkan. Gaya sentrifugal adalah sebuah gaya yang timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar).
Prinsip-prinsip dasar Centrifugal Pump / Pompa Sentrifugal ialah sebagai berikut:
- gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat
- kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute atau diffuser) menjadi tekanan atau head
Selain pompa sentrifugal, industri juga menggunakan pompa tipe positive displacement. Perbedaan dasar antara pompa sentrifugal dan pompa positive displacement terletak pada laju alir discharge yang dihasilkan oleh pompa. Laju alir discharge sebuah pompa sentrifugal bervariasi bergantung pada besarnya head atau tekanan sedangkan laju alir discharge pompa positive displacement adalah tetap dan tidak bergantung pada head-nya.
Klasifikasi Centrifugal Pump
Pompa Centrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain:
- Bentuk arah aliran yang terjadi di impeller. Aliran fluida dalam impeller dapat berupa axial flow, mixed flow, atau radial flow.
- Bentuk konstruksi dari impeller. Impeller yang digunakan dalam pompa sentrifugal dapat berupa open impeller, semi-open impeller, atau close impeller.
- Banyaknya jumlah suction inlet. Beberapa pompa setrifugal memiliki suction inlet lebih dari dua buah. Pompa yang memiliki satu suction inlet disebut single-suction pump sedangkan untuk pompa yang memiliki dua suction inlet disebut double-suction pump.
- Banyaknya impeller. Pompa sentrifugal khusus memiliki beberapa impeller bersusun. Pompa yang memiliki satu impeller disebut single-stage pump sedangkan pompa yang memiliki lebih dari satu impeller disebut multi-stage pump.
Fungsi utama Slurry Pump
Fungsi Utama Slurry Pump
1. Membersihkan Drill Cuttings dari dasar sumur
- Kemampuan membersihkan Drill Cutting dipengaruhi oleh banyak variabel seperti kadar zat padat pada lumpur (solid content) , kadar filtrasi lumpur , tekanan pahat (weight on bit), kecepatan pompa, jenis pahat , ukuran noozle.
- Kemampuan membersihkan Drill Cutting dipengaruhi oleh banyak variabel seperti kadar zat padat pada lumpur (solid content) , kadar filtrasi lumpur , tekanan pahat (weight on bit), kecepatan pompa, jenis pahat , ukuran noozle.
2. Mengangkut Cutting ke permukaan
-Kemampuan mengangkut Cutting kepermukaan merupakan fungsi vital lumpur, mengangkut cutting yang di hasilkan pahat melalui annulus.Daya angkut tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran lumpur (annular velocity profile), berat jenis, yield point serta gel strenght.
-Kemampuan mengangkut Cutting kepermukaan merupakan fungsi vital lumpur, mengangkut cutting yang di hasilkan pahat melalui annulus.Daya angkut tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran lumpur (annular velocity profile), berat jenis, yield point serta gel strenght.
3. Menjaga kestabilan lubang bor dengan menimbangi tekanan formasi.
-Tekanan utama Hidrostatis lumpur yang tergantung dari berat jenis dan kedalaman lubang bor,harus sedikit lebih besar dari tekanan dari formasi agar gas dan cairan tidak menembus kedalam lubang. Tetapi juga tidak boleh terlalu lebih besar karena lumpur akan hilang dan masuk ke formasi (lost circulation).
-Tekanan utama Hidrostatis lumpur yang tergantung dari berat jenis dan kedalaman lubang bor,harus sedikit lebih besar dari tekanan dari formasi agar gas dan cairan tidak menembus kedalam lubang. Tetapi juga tidak boleh terlalu lebih besar karena lumpur akan hilang dan masuk ke formasi (lost circulation).
4. Mendinginkan dan melumasi pahat
-Panas ditimbulkan karena adanya gesekan pahat dengan batuan serta pipa bor dengan formasi cukup besar. Panas ini diserap oleh lumpur yang sekaligus melumasi pahat dan sekaigus mengurangi gesekan tersebut.
5. Membawa informasi untuk Evaluasi formasi.
-Dari Cutting yang dibawa oleh lumpur kepermukaan terendap disetiap kedalaman Lempung, Pasir, Batu kapur dll. kapur yang keluar juga membawa informasi-informasi lain seperti adanya air asin dan gas.
-Dari Cutting yang dibawa oleh lumpur kepermukaan terendap disetiap kedalaman Lempung, Pasir, Batu kapur dll. kapur yang keluar juga membawa informasi-informasi lain seperti adanya air asin dan gas.
Pemilihan Centrifugal Pump yang baik
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Pemilihan Centrifugal pump dan Instalasinya antara lain:
- Spesifikasi pompa.
- Pump Perfomance Curve
- Pemilihan pompa (dengan dasar kapasitas, head dan efisiensi pompa).
- Sususan pompa seri dan parallelnya.
- Analisis pengisapan (kavitasi dan NPSH)
- Perhitungan dasar pompa centrifugal dan sistem
- Sistem sealing pompa centrifugal nya
- Element bantalan (Rolling bearing) pompa sentrifugal
Gejala-gejala Kritis/Berbahaya pada operasi Centrifugal pump yang mungkin saja bisa terjadi diantaranya:
- Kavitasi = pengisapan yang kurang .
- Benturan air (water hammer).
- Tekanan berlebih.
- Tekanan negatif.
- Gejala surjing.
- Fuktuasi tekanan.
- Spesifikasi pompa.
- Pump Perfomance Curve
- Pemilihan pompa (dengan dasar kapasitas, head dan efisiensi pompa).
- Sususan pompa seri dan parallelnya.
- Analisis pengisapan (kavitasi dan NPSH)
- Perhitungan dasar pompa centrifugal dan sistem
- Sistem sealing pompa centrifugal nya
- Element bantalan (Rolling bearing) pompa sentrifugal
Gejala-gejala Kritis/Berbahaya pada operasi Centrifugal pump yang mungkin saja bisa terjadi diantaranya:
- Kavitasi = pengisapan yang kurang .
- Benturan air (water hammer).
- Tekanan berlebih.
- Tekanan negatif.
- Gejala surjing.
- Fuktuasi tekanan.
Sistem Proteksi pada Centrifugal Pump
Centrifugal Pump memiliki beberapa sistem proteksi agar bisa bekerja dengan baik dan awet, diantaranya yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.Proteksi terhadap aliran balik. Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah dengan arah aliran keluaran pompa.
2.Proteksi terhadap overload. Beberapa alat seperti pressure switch low, flow switch high, dan overload relay pada motor pompa dipasang pada sistem pompa untuk menghindari overload.
3.Proteksi terhadap vibrasi. Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja dan berkemungkinan merusak pompa. Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari vibrasi berlebihan ialah vibration switch dan vibration monitor.
4.Proteksi terhadap minimum flow. Peralatan seperti pressure switch high (PSH), flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat tidak terpenuhinya minimum flow.
5.Proteksi terhadap low NPSH available. Apabila pompa tidak memiliki NPSH yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi dalam pompa. Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompa ialah level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL)
1.Proteksi terhadap aliran balik. Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah dengan arah aliran keluaran pompa.
2.Proteksi terhadap overload. Beberapa alat seperti pressure switch low, flow switch high, dan overload relay pada motor pompa dipasang pada sistem pompa untuk menghindari overload.
3.Proteksi terhadap vibrasi. Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja dan berkemungkinan merusak pompa. Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari vibrasi berlebihan ialah vibration switch dan vibration monitor.
4.Proteksi terhadap minimum flow. Peralatan seperti pressure switch high (PSH), flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat tidak terpenuhinya minimum flow.
5.Proteksi terhadap low NPSH available. Apabila pompa tidak memiliki NPSH yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi dalam pompa. Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompa ialah level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL)
Centrifugal Pump Aplication
Centrifugal Pump Application as follows :
- Firepump
- Jockeypump
- HVAC
- Cooling Tower
- Plumbing
- Transfer
- Booster
- Sewage
- Flood Pump
- Etc..
- Jockeypump
- HVAC
- Cooling Tower
- Plumbing
- Transfer
- Booster
- Sewage
- Flood Pump
- Etc..
Industrial Centrifugal Pumps :
- Aurora
- Edward
- Ebara
- Grundfos
- Hydromatic
- Kirloskar-Ronald
- Layne-Vertiline
- Nocchi
- Myers
- Ronald
- Somo Petro Dispensing
- Torishima
- Aurora
- Edward
- Ebara
- Grundfos
- Hydromatic
- Kirloskar-Ronald
- Layne-Vertiline
- Nocchi
- Myers
- Ronald
- Somo Petro Dispensing
- Torishima



Tidak ada komentar:
Posting Komentar